Tips Menjadi Pemimpin Dan Pendengar Yang Baik

July 13, 2018

Ilustrasi kepemimpinan
A. TAHUKAH ANDA 
Seorang pemimpin yang baik dan efektif adalah seorang pendengar yang aktif. Artinya seorang pemimpin tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain, tetapi dia juga mencari pemikiran, opini dan perasaan orang lain. 
Terdapat perbedaan antara seorang pemimpin dengan orang yang ingin dirinya di sebut dan diakui sebagai pemimpin. Apakah perbedaan tersebut ?

Seorang pemimpin lebih banyak menghabiskan porsi waktunya untuk menyimak dan mendengarkan orang lain daripada banyak bicara. Menurut Jhon C Maxwell dalam bukunya " LEADERSHIP HANBOOK " seorang pemimpin yang efektif menghabiskan 80% waktunya untuk mendengarkan dan menyimak orang lain. Kebalikannya orang yang ingin diakui sebagai pemimpin cenderung lebih banyak bicara daripada mendengarkan  orang lain.
Ilustrasi kepemimpinan

B. EFEK ATAU DAMPAK DARI MENYIMAK ORANG LAIN

1. Memahami orang lain sebelum memimpin mereka.




Ilustrasi pemimpin

Kepemimpinan yang baik menemukan akarnya pada bagaimana memahami orang lain. Agar layak mengemban tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, maka anda harus benar - benar memahami isi hati sesama manusia. Anda harus peka terhadap harapan dan impian anggota dari tim anda agar bisa terhubung dengan mereka dan bisa memberikan motivasi kepada mereka.  Menurut hukum koneksi ( The Law of Connection ) sebagaimana di tuliskan oleh Jhon C Maxwell ," Pemimpin menyentuh hati orang lain sebelum meminta bantuan kepada orang lain ". Anda tidak akan terhubung dengan orang lain jika anda tidak berusaha untuk menyimak dan mendengarkan orang lain. Jika demikian, bagaimana mungkin anda akan meminta bantuan kepada mereka sedangkan mereka tidak terhubung dengan anda ? Ini tidak adil dan tidak efektif bukan ? 

Jika anda ingin terhubung dengan mereka yang anda pimpin,  maka anda harus memprioritaskan bagaimana cara memahami mereka sebagai tujuan anda.

2. Menyimak adalah cara terbaik untuk belajar.




Ilustrasi menyimak, sumber:pixabay

Coba perhatikan dan lihatlah diri anda. Kenapa Tuhan memberikan karunia berupa dua buah telinga kepada anda, sementara disisi lain Tuhan hanya memberikan karunia satu buah mulut kepada Anda ? Hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan belaka. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan juga menginginkan diri anda untuk lebih banyak mendengar daripada banyak bicara. 

Jika anda gagal menyimak dan mendengarkan orang lain, maka potensi pembelajaran pada diri anda akan terisolasi. Sebuah pepatah bijak menyatakan, " Melihat sama dengan meyakini ". Begitu juga halnya dengan menyimak. Jadi jika anda ingin belajar maka anda harus melakukannya dengan menyimak.

3. Menyimak dapat mencegah berkembangnya masalah.




ilustrasi ledakan masalah, sumber:pixabay

Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, anda harus membiarkan orang lain  memberitahukan kepada anda tentang apa yang harus anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar.



Pemimpin yang baik sangat memperhatikan intuisi mereka, memperhatikan apa yang tersirat dan memperhatikan masalah - masalah kecil. Sebuah pepatah dari suku Cherokee menyatakan, " Dengarkan bisikan maka anda tidak perlu mendengar teriakan ".
Kesalahan umum yang sering terjadi pada seorang pemimpin adalah mereka sering tidak sabar menghadapi orang - orang yang bekerja dengannya. Dia lebih berorientasi terhadap hasil. Sayangnya tindakan tersebut sering menyebabkan dia berhenti menyimak dan mendengarkan orang lain. Telinga yang tuli menyebabkan tertutupnya pikiran, dan tertutupnya pikiran akan menyebabkan kehancuran pada kepemimpinan anda, pelan namun pasti.

Semakin tinggi level seorang pemimpin maka tuntutan untuk menyimak dan mendengarkan orang lain akan semakin besar. Mengapa ? Karena kebutuhan akan informasi yang akurat akan semakin besar , sehingga ketergantungan kepada orang lain dalam memberikan informasi kepada dia juga semakin besar. 

Jika mereka sejak awal tidak belajar untuk menyimak dan mendengarkan orang lain maka dia tidak akan mendapatkan informasi akurat yang dia butuhkan. Dan tanpa informasi yang akurat maka masalah apapun yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan akan bertambah buruk.

4. Menyimak membentuk kepercayaan.




ilustrasi percaya, sumber:pixabay

Seorang pemimpin yang efektif pastilah seorang yang ahli dalam komunikasi. Namun demikian dia tidak harus menjadi seorang pembicara saja. Menyimak dan mendengarkan bisa membangun sebuah kepercayaan yang merupakan dasar dari sebuah hubungan yang langgeng.

Jika anda tidak mau menyimak dan mendengarkan bawahan anda, maka bawahan anda tentu akan berpikir apakah ide, gagasan, pendapat dan perasaannya aman bersama anda ? Dengan menjadi pendengar yang penuh perhatian, maka anda akan memperoleh kepercayaan dari mereka. Namun sebaliknya jika bawahan anda tidak percaya bahwa anda menyimak dan mendengarkan mereka, maka mereka akan mulai mencari seseorang yang mau mendengarkan mereka.

5. Menyimak dapat meningkatkan level organisasi.




ilustrasi level organisasi, sumber:pixabay

Lee Iacocca, seorang mantan direktur Chrysler mengatakan, " Menyimak dapat menjadi pembeda antara perusahaan biasa dengan perusahaan luar biasa ". Itu artinya anda harus mendengarkan dan menyimak setiap orang baik di atas atau di bawah di setiap lini organisasi, baik pekerja, pelanggan dan pemimpin lainnya.

Intinya adalah menyimak akan memberikan keuntungan bagi diri anda, karena semakin banyak anda tahu maka anda akan berada pada situasi dan kondisi yang memuaskan diri anda.

Niccolo Machiavelli yang merupakan penulis dari The Prince, membagi pikiran menjadi tiga (3) macam yaitu :
1. Pikiran yang dapat berpikir sendiri.
Pikiran ini mempunyai skor atau nilai tertinggi.
2. Pikiran yang dapat memberikan pemahaman kepada orang lain.
Pikiran ini mempunyai skor atau nilai tinggi.
3. Pikiran yang tidak dapat berpikir sendiri maupun memberikan pemahaman kepada orang lain.
Pikiran ini adalah hal yang sia - sia dan tidak bernilai.
Untuk menjadi seorang pemimpin selain anda harus mampu berpikir sendiri maka anda juga harus memahami dan belajar dari pemikiran orang lain.
Sekarang timbul pertanyaan, bisakah seseorang menjadi pemimpin tanpa harus menjadi pendengar yang baik ? Jawabannya bisa.
Kemudian, bisakah seseorang menjadi pemimpin yang handal tanpa menjadi pendengar yang baik ? Jawabanya tidak bisa.
Maka dari itu kuncinya adalah anda harus menjadi pemimpin yang handal agar bisa membawa organisasi ke level yang lebih tinggi. Dan syarat untuk menjadi pemimpin yang handal maka anda harus mampu dan mau menyimak serta mendengarkan orang lain.

Demikian artikel tentang menjadi pemimpin dan pendengar yang baik, semoga bermanfaat untuk anda.

Reff :
  • www.tipsanda.tk
  • Jhon C Maxwell " Leadership Handbook "
  • Image by pixabay

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.
Konversi Code