loading...

Tips Merancang Training Karyawan Secara Tepat


ilustrasi training, sumber:pixabay
Tipsanda.tk-Ini adalah artikel lanjutan dari artikel saya sebelumnya yaitu mengenai tingkat SDM di perusahaan. Bagi anda yang belum membacanya silahkan klik link berikut ini untuk membacanya, disini.
Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana merancang sebuah training karyawan secara tepat. Ingat tujuan diadakannya program training tersebut adalah untuk meningkatkan level kompetensi karyawan ke tingkat yang lebih tinggi.
Sebelum anda merancang sebuah training yang tepat guna maka anda terlebih dahulu harus melakukan analisa agar bisa mengetahui kebutuhan training seperti apa yang tepat untuk di adakan. Cara nya adalah dengan membandingkan antara kualifikasi SDM yang anda inginkan dengan kondisi aktualnya sekarang.
Perlu anda ketahui bahwa kebutuhan training itu sangat unik, dimana antara satu organisasi dengan organisasi yang lain di butuhkan training yang berbeda. Pun demikian untuk satu departemen dengan departemen yang lain dalam sebuah perusahaan juga mempunyai kebutuhan training yang berbeda pula.
Lalu bagaimana caranya untuk merancang atau mengorganisasi sebuah training ?
Disini saya akan coba share kepada anda beberapa training yang cocok untuk di lakukan berdasarakan pada tingkat kualifikasi SDM di perusahaan.

TENTUKAN KEBUTUHAN TRAINING
1. KONDISI AKTUAL
Tingkat karyawan baru ( Pendatang baru ).
KONDISI YANG DIINGINKAN
Naik ke tingkat Karyawan ( Cekatan ).
KEBUTUHAN TRAINING
  • Peraturan Perusahaan
  • Motivasi
  • SOP atau Prosedur Kerja
  • Pelaporan
  • Aplikasi Komputer
2. KONDISI AKTUAL
Tingkat karyawan ( Cekatan ).
KONDISI YANG DIINGINKAN
Naik ke tingkat ahli
KEBUTUHAN TRAINING
  • Tekhnis ( Terkait pekerjaan )
  • Produktivitas dan Manajemen Waktu
  • Quality control dan ISO
  • Keuangan dasar dan budgeting
  • Kerjasama tim
3. KONDISI AKTUAL
Karyawan tingkat ahli
KONDISI YANG DIINGINKAN
Naik ke tingkat Pewujud
KEBUTUHAN TRAINING
  • Pemasaran
  • Study kelayakan dan project
  • Komunikasi, presentasi dan bahasa asing
  • Penegakan wewenang dan Politik positif
  • Manajemen 
4. KONDISI AKTUAL
Karyawan tingkat Pewujud
KONDISI YANG DIINGINKAN
Naik ke tingkat Pencetus
KEBUTUHAN TRAINING
  • Kewirausahaan
  • Keuangan tingkat lanjut dan portofolio
  • Perilaku organisasi
  • Pengambilan keputusan
  • Menerima pendelegasian tugas ( Praktek )
MERENCANAKAN TRAINING
Perencanaan training biasanya di lakukan terkait dengan rencana kerja tahunan dan tercantum dalam rencana budget . Karena masuk dalam rencana tahunan maka penyusunan materi training harus di lakukan di tahun sebelumnya.
Perencanaan training terdiri dari 5 ( lima) aspek yaitu :
(1). Kebutuhan training, di tetapkan berdasarkan rencana kerja tahunan dan rencana pengembangan kompetensi karyawan.
(2). Penskedulan training, berdasarkan pada kebutuhan prioritas ( mendesak ) serta meminimalkan gangguan proses produksi perusahaan.
(3). Pemberi training, dapat di pilih dari internal perusahaan setelah sebelumnya dia mendapatkan training dari luar perusahaan. Internal trainer biasanya akan jauh lebih efektif jika menyangkut masalah teknis.
(4). Biaya training, pastikan bahwa budget training telah di setujui oleh Manajemen Perusahaan.
(5). Evaluasi, untuk melihat hasil yang di dapatkan dan mencatat kekurangan - kekurangannya untuk penyempurnaan training berikutnya.
MENGORGANISASI PELAKSANAAN TRAINING
Pengorganisasian training akan menyita banyak tenaga dan waktu anda. Sebagai alternatif jika departemen anda bukanlah departemen HRD sebaiknya anda menyerahkan penyelenggaraan training kepada HRD. Mendatangkan konsultan training dari luar yang profesional bisa jadi pertimbangan. 
Pelaksanaan training bisa di lakukan di dalam area perusahaan atau bisa juga di lakukan di luar area perusahaan. Untuk training yang memerlukan simulasi lapangan seperti teamwork, Pengembangan sikap dan mental sebaiknya di lakukan di luar area perusahaan. 
MENGEVALUASI TRAINING
Secara materi, training bisa di kelompokkan menjadi dua jenis yakni training generik dan training unik.
Training generik adalah training keahlian yang sifatnya umum dan bisa di aplikasikan pada banyak bidang seperti produksi, pemasaran dan sebagainya. Evaluasi terhadap jenis training jenis ini membutuhkan pengamatan yang lama karena dampak dan hasil nyata dari training jenis ini memang untuk jangka panjang.

ilustrasi training, sumber:pixabay
Training unik adalah training keahlian pada suatu bidang tertentu, dan jenis training ini tidak bisa di aplikasikan pada bidang yang lain. Contohnya training pengoperasion mesin A, tidak dapat di terapkan pada mesin B. Evaluasi terhadap jenis training ini relatif lebih mudah karena dampak dan hasil nyatanya langsung terlihat. Caranya adalah dengan membandingkan kondisi atau hasil sebelum training dengan hasil setelah training. Kalau ada peningkatan itu artinya training yang di berikan berhasil. 

ilustrasi training skill, sumber:pixabay
Demikianlah artikel mengenai bagaimana mengorganisasikan sebuah training karyawan di Perusahaan. Semoga memberikan pengetahuan dan manfaat bagi anda.

Note : untuk melihat dan membaca artikel - artikel saya mengenai pekerjaan, silahkan anda buka dan cari di label pekerjaan.


  • Refferensi :
  • "Jalan Emas" by Handjoko ( PT Elex Media Komputindo )
  • www.tipsanda.tk
  • Pixabay

0 Response to "Tips Merancang Training Karyawan Secara Tepat"

Post a Comment

Latest post

Cara Mendaftarkan Blog Dan Mengirimkan Peta Situs Ke Google Search Console

Sumber : www.google.com Sahabat blogger, Setelah anda membuat sebuah blog dan memposting artikel, maka agar blog anda cepat di index...